Category Archives: Pertanian

Cara Membudidayakan Tanaman Hias Aglaonema

Cara Membudidayakan Tanaman Hias Aglaonema – Aglaonema atau yang lebih di kenal dengan nama trendnya “Sri Rezeki” merupakan tanaman hias daun yang juga kerap dikatakan sebagai ratu tanaman. Memiliki bentuk anggun serta cantik. Nilai usaha tanaman hias ini begitu tinggi. Harga tanaman hias Aglaonema dapat begitu mahal apabila tanaman tersebut ‘sudah jadi’.

siam-aurora-1-landp-farmcom_phixr

Aglaonema adalah tanaman dari family Araceae. Genus Aglaonema terbagi dalam sekitaran 30 spesies. Habitat asli tanaman ini yaitu dibawah rimba hujan tropis, tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah serta kelembapan tinggi. Saat ini beragam jenis aglaonema hybrida sudah diperkembang, mempunyai tampilan tanaman yang begitu menarik. Hybrida dari berbagai warna, bentuk, ukuran daun hingga jauh tidak sama dari spesies alami.

Aglaonema adalah tanaman hias khas Asia Tenggara. Aglaonema datang dari bhs Yunani, aglos yang bermakna cahaya serta nema yang bermakna benang. Dengan cara harfiah Aglaonema bermakna benang yang bercahaya.

Klasifikasi
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Subkelas : Base monocots
Ordo : Alismatales
Famili : Araceae
Subfamili : Aroideae
Suku/Genus : Aglaonemateae
Karakter Tanaman Serta Prasyarat Tumbuh Aglaonema

Karakter dari tanaman hias aglaonema bermacam, ada yang bisa terserang cahaya matahari serta ada pula yang perlu ternaungi, beberapa aglaonema bisa hidup ditempat lembab serta beberapa lagi ditempat sedikit kering, tanaman aglaonema termasuk bandel, gampang dirawat serta pas jadikan tanaman indoor, terlebih tanaman hias aglaonema populer dengan motif daunnya yang indah.

Prasyarat yang perlu dipenuhi untuk memperoleh perkembangan tanaman hias aglaonema yang maksimal yaitu tempat, sinar, kelembapan serta suhu Tempat yang ideal untuk menjaga aglaonema yaitu daerah yang berketinggian 300 – 400 m di atas permukaan laut, tetapi tak tutup peluang dapat juga tumbuh baik di dataran rendah, sesuai sama habitatnya aglaonema suka pada tempat yang teduh dengan pencahayaan terbatas, intensitas cahaya matahari sekitar pada 10 – 30%, kelembapan yang pas untuk menjaga aglaonema yaitu 50 – 70%, di kisaran itu tanaman tumbuh baik, kian lebih 75% bisa mengakibatkan tumbuhnya cendawan pada media tanam, diluar itu juga suhu mendukung perkembangan, tempat baiknya bersuhu 28 – 30˚C pada siang hari serta 20 – 22˚C malam hari serta dibantu dengan juga aliran hawa yang baik

Media Tanam Aglaonema

Budidaya tanaman hias Aglaonema supaya tumbuh sehat serta baik salah satunya yaitu dengan memakai media dengan komposisi yang cocok, media dengan tingkat keasaman/pH serta porositas (Porous) yang ideal begitu baik untuk perkembangan aglaonema, media tanam aglaonema harus juga steril, yakni bebas dari penyakit, tak gampang lapuk serta hancur lantaran air, gampang didapat serta harga nya terjangkau, aglaonema bisa tumbuh dengan baik pada media dengan pH 7 atau dimaksud juga pH netral yang kaya zat hara, angka pH dengan selisih 0, 5 – 1 masihlah dikira pH ideal.

Porous artinya gampang keluarkan keunggulan air, tingkat porositas yang diperlukan pada media tanam begitu di pengaruhi oleh aspek lingkungan, yakni ketinggian serta kelembapan, pada dataran rendah yang panas serta bercurah hujan rendah, media tanam baiknya mesti dapat menahan air hingga media tak kekeringan, demikian sebaliknya di dataran tinggi yang biasanya kerap hujan baiknya pakai media dengan porositas tinggi supaya keunggulan air gampang di keluarkan.

Tersebut jenis type unsur yang dipakai untuk media tanam aglaonema, yang pastinya dengan tingkat porositas yang tidak sama dengan kekurangan keunggulan semasing, gabungan sebagian unsur media bisa dipakai sesuai sama keperluan serta aspek lingkungan :
Pakis, sekam bakar, Pasir malang, humus (1 ; 1 ; 1 ; 1)
Pakis, pasir malang, sekam bakar, cocopeat (2 ; 1 ; 1 ; 1)
Pakis, sekam bakar, pasir malang, cocopeat (2 ; 1 ; 1 ; 1)
Cocopeat, sekam bakar kompos organik (5 ; 3 ; 2)
Pakis, pasir malang, kaliandra (3 ; 2 ; 1)
Info media tanam

Pakis : pakis bisa menaruh air dengan baik serta mempunyai drainase serta aerasi yang bagus, akar bisa menyerap air dengan gampang serta leluasa untuk berkembang, tak gampang lapuk serta mempunyai ketahanan cukup tinggi

Sekam Bakar : sekam bakar mempunyai keunggulan unsur yang terdapat pada sifatnya yang steril serta daya tahanya meraih 1 th., aerasinya cukup baik tetapi daya serapnya pada air kurang baik, hingga mesti digabung dengan unsur yang bisa menyerap air

Pasir malang : pasir malang unsur media yang tingkat porositasnya cukup baik, karenanya pemakaianya dipakai untuk menghindar media yang sangat basah serta air yang menggenang

Cocopeat : cocopeat yaitu sabut kelapa hasil olahan, unsur ini begitu pas dipakai apabila inginkan media yang cukup lembab untuk aglaonema terutama di daerah yang kering serta panas, cocopeat bisa menahan air cukup lama dalam jumlah yang banyak, tetapi sifatnya gampang lapuk

Kaliandra : kaliandra pas dipakai sebagai media di daerah kering serta panas, media ini condong cepat lembab hingga riskan terjangkit cendewan pengganggu, sifatnya gampang lapuk serta cuma bertahan 4 – 6 bulan

Penyiraman

Aglaonema termasuk juga tanaman yang perlu air dalam jumlah cukup, jadi penyiraman hal utama yang harus di perhatikan supaya aglaonema tumbuh baik, namun tidaklah sampai menggenangi medianya, frekwensi serta dosis penyiraman butuh ditata sesuai sama keadaan media serta lingkungan setempat.

Pemupukan

Untuk mendukung perkembangan tanaman aglaonema keperluan nutrisi begitu utama, bermacam merk pupuk majemuk/anorganik gampang didapat, bahkan juga sekarang ini telah beredar banyak pupuk spesial aglaonema. Sebelumnya pilih, perhatikan dahulu komposisi nutrisi serta pemakaianya, barulah langkah serta dosis pemberiannya, pemberian pupuk dengan dosis rendah, namun kerap diberikan bakal membuahkan tanaman kwalitas baik di banding dengan pemberian sesekali dengan dosis tinggi. Panduan perawatan tanaman hias itu dapat Kamu cobalah.

Ganti Media Tanam

Untuk melindungi supaya kwalitas aglaonema tetaplah baik butuh dikerjakan pergantian media tanam, media tanam yang baik bakal bikin aglaonema tumbuh dengan sehat, pergantian media tanam/repotting aglaonema dikerjakan tiap-tiap 6-12 bln. sekali, repotting juga diperlukan oleh tanaman yang telah sangat besar hingga tak sepadan lagi dengan ukuran pot

Hama Serta Penyakit

Hama yaitu hewan pengganggu tanaman yang dengan cara fisik masihlah bisa diliat dengan cara kasat mata tanpa ada pertolongan alat. Hama pada aglaonema berbagai macam serta gejalanya tidak sama salah satunya ;
Ulat – hama ulat ada yang menyerang daun, yakni spodoptera sp serta ada pula yang menyerang batang, yakni Noctuidae
Kutu putih (kutu kebul) – kutu ini kerap menyerang aglaonema di dataran rendah di banding di dataran tinggi. Kutu putih menyerang batang serta daun sisi bawah, kutu itu menghisap cairan daun serta meninggalkan jelaga pada daun
Belalang – belalang menyerang tanaman aglaonema sama hal nya dengan ulat, yakni menyerang daun
Kutu sisik – hama ini menyerang daun, pelepah, batang serta bunga, memiliki bentuk seperti lintah dengan ukuran yang lebih kecil, kutu sisik ini bisa mengakibatkan daun mengerut, kuning, layu serta pada akhirnya mati
Kutu Perisai – kutu ini menyerang sisi daun, kutu ini umumnya ada koloni dengan membuat barisan dibagian tulang daun, kutu ini mempunyai bentuk seperti perisai di bagian punggungnya
Root mealy bugs – menyerang sisi akar tanaman, memiliki bentuk seperti kutu putih, tanaman jadi kurus, kerdil, daunya mengecil serta layu
Penyakit – penyakit pada tanaman terutama aglaonema dikarenakan oleh 2 patogen, yakni cendawan serta bakteri.
Jumlah cendawan yang mengakibatkan penyakit biasanya semakin banyak di banding bakteri, tersebut penyakit yang umumnya menyerang aglaonema :
Layu fusarium, tanda-tanda serangan ditandai dengan tulang daun yang pucat beralih warna jadi coklat keabuan lantas tanggkainya membusuk, pemicunya yaitu media yang senantiasa basah hingga media tanam ber-pH rendah, yang keadaan itu bikin Fusarium oxysporium leluasa berkembang.
Layu Bakteri, ditandai dengan daun serta batang yang melunak dan bau yang tidak enak
Busuk Akar, ditandai dengan daun sebagai pucat lantas busuk, batang yang berlubang serta layu, akarnya berwarna coklat kehitaman, yang dikarenakan media sangat lembab hingga mengakibatkan cendawan cepat berkembang
Bercak daun, yang dikarenakan oleh cendawan, penyakit ini ditandai karenanya ada bercak pada daun yang lama kelamaan membusuk
Virus, pada aglaonema ditandai dengan daun yang beralih jadi kekuningan atau jadi keriting, pergantian itu lantaran virus bisa menghancurkan klorofil serta jaringan yang lain pada daun, virus sulit ditanggulangi, perawatan serta ingindalian lingkungan yang baik adalah langkah mencegah yang paling efektif
Perbanyak Aglaonema

Aglaonema dapat diperbanyak lewat 2 langkah, yakni generatif (kawin) dikerjakan lewat cara menanam biji sedang vegetatif (tak kawin) dikerjakan lewat stek, pembelahan anakan, cangkok, serta kultur jaringan.

Demikian atas informasi yang dapat saya sampaikan, semoga dengan adanya informasi yang saya berikan ini dapat membantu kalian untuk menambah wawasan dalam budidaya tanaman hias. Semoga bermanfaat dan saya ucapkan terimakasih.

Popular Tips : cara membudidayakan aglaonema dengan cara vegetatif

Cara Budidaya Anggur Merah

Cara Budidaya Anggur Merah – Budidaya Petani. Anggur merah yaitu buah yang sangat banyak faedahnya hingga beberapa orang yang menginginkan membudidayaknnya. Tersebut adalah artikel mengenai Langkah Budidaya Anggur Merah ini.

anggur
A. Bibit Anggur Merah
Buat persiapan bibit anggur merah yang telah berusia sekitaran 1, 5 – 2 bln. dengan panjang akar sekitaran 5 – 10 cm, serta bertunas 2. Untuk memperoleh bibit anggur juga tak susah, kamu dapat membelinya di penjual tanaman hias. Sistem penanaman terbaik dikerjakan sekitaran bln. April-Juni.
B. Lahan
Untuk membudidayakan anggur merah, buat lubang tanam 50 x 50 x 50 cm/60 x 60 x 60 cm, dengan jarak tanam 3 x 3 x m/5 x 4 m, campur tanah susunan atas dengan pupuk kandang, pasir dan alami GLIO serta isikan kedalam lubang, janganlah lupa untuk bikin saluran pemasukan serta pembuangan air irigasi.
C. Pengairan serta Pemupukan Anggur Merah
Tanaman anggur disiram 2 kali satu hari, untuk yang dewasa 3 hari sekali, sebulan sebelumnya pemangkasan pengairan dihentikan, serta sesudah pemangkasan tanaman di beri lagi, 1 minggu sebelumnya panen pengairan di hentikan kembali serta diairi kembali 3 hari sebelumnya panen.
Sedang untuk pemupukan dikerjakan lewat cara disebar serta digabung rata tanah dengan cara melingkar sejauh 25 cm dari batang lantas ditutup serta diairi atau mungkin dengan langkah pengocoran pupuk. dipupuk dengan pupuk yang berunsur N (urea), dikerjakan tiap-tiap 10 hari sekali hingga berusia 3 bln., pemupukan 10 gr/pohon. Setelah itu, tanaman 3-6 bln. perlu 15 gr/pohon tiap-tiap 15 hari sekali, 6-12 bln. perlu 50 gr/pohon tiap-tiap 30 hari sekali. Sesudah tanaman berusia 4 th., pemupukan diberikan satu tahun sekali mendekati pemangkasan pembuahan
D. Pemangkasan pohon Anggur Merah
Bikin rambatan adalah langkah sebelumnya lakukan pemangkasan. Pemangkasan dikerjakan bila telah berusia 1 th., potong batang pokok tunas yang keluar dari batang pokok diberi nama cabang primer, dua minggu lalu cabang primer dipangkas, tunas yang tumbuh dari cabang primer diberi nama cabang skunder, cabang skunder yang panjangnya meraih 1 mtr. di pangkas yang bakal membuahkan cabang tersier, cabang tersier berikut yang membuahkan bunga serta nanti jadi buah. Cabang yang siap dipangkas yaitu cabang yang ujung tunasnya gampang dipatahkan serta jika dipangkas menetes air.
E. Buah serta Bunga Anggur Merah
Dalam budidaya anggur, pemangkasan dikerjakan 2 step dalam satu tahun yakni pada bln. Maret – April serta bln. Juli – Agustus. Setiap tunas sisakan 3 helai bunga serta tunas yang tumbuh diatas bunga baiknya dipotong hingga berupa akan buah. Buah yg tidak normal, rusak, bertangkai panjang serta berhimpitan baiknya di gunting dengan memakai gunting baru, dikerjakan pada saat buah memiliki ukuran sebesar biji asam. Bungkus buah dengan kertas semen atau dapat dengan juga kantong plastik bening supaya buah terlepas dari hama atau pada saat musim hujan.
Panen buah anggur siap dikerjakan jika berusia setahun serta setelah itu 1 – 2 kali dalam satu tahun.

Demikian atas informasi yang dapat saya berikan ini, semoga dengan adanya informasi budidaya anggur merah ini dapat membantu dan menambah wawasan kalian dalam bercocok tanaman dan budidaya tanaman baik tanaman hias maupun tanaman untuk dikonsumsi. Sekian dan terimakasih.

Popular Tips : Cara bertani buah celepuk step step menanam anggur merah

Cara Budidaya Buah Naga dan Panduan Teknisnya

Cara Budidaya Buah Naga dan Panduan Teknisnya – Buah naga, apa yang terbayang dengan nama buah yang satu ini, yakni buah naga ? Buah naga merupakan satu keluarga dari tanaman kaktus. Meskipun buah naga dikenal sebagai buah dari Asia, namun buah ini merupakan tanaman asli Mexico, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Pada tahun 1870-an, bangsa Perancis membawa buah naga dari Guyana, Vietnam sebagai tanaman hias. Lantaran rasanya yang manis, pada akhirnya buah naga mennjadi buah yang dikonsumsi oleh bangsa Vietnam dan Cina secara meluas.

Cara Budidaya Buah Naga

Di Indonesia, buah naga mulai popular mulai sejak th. 2000. Tak terang benar siapa yang awal kali mengembangkannya. Diprediksikan buah naga yang masuk ke negeri kita datang dari Thailand dan dibudidayakan oleh beberapa pehobi tanaman dengan cara sporadis. Baiklah kalian dapat menyimak bagaimana Cara Budidaya Buah Naga dan Panduan Teknisnya dibawah ini:
Sekarang ini ada banyak spesies tanaman buah naga yang banyak dibudidayakan. Type-jenisnya buah popular yakni:
1. Hylocereus undatus kulitnya merah dengan daging buah putih
2. Hylocereus polyrhisus kulit merah dengan daging buah merah
3. Hylocereus costaricensis kulit merah dengan daging buah merah pekat agak keunguan
4. Hylocereus megelanthus kulitnya berwarna kuning dengan daging buah putih.
Budidaya buah naga begitu pas dengan keadaan iklim dan alam Indonesia. Tanaman ini tumbuh maksimal pada ketinggian 0-350 mtr. dpl dengan curah hujan sekitaran 720 mm per th.. Suhu hawa ideal untuk perkembangan buah naga sekitar 26-36 derajat celcius.
Pilih bibit buah naga
Tanaman buah naga dapat diperbanyak lewat cara generatif dan vegetatif. Langkah generatif yakni perbanyak tanaman dari biji. Benih di ambil lewat cara keluarkan biji dari buah naga dipilih. Langkah tersebut sedikit susah dan umumnya dikerjakan oleh beberapa penangkar memiliki pengalaman.
Langkah vegetatif relatif semakin banyak digunakan lantaran lebih gampang. Budidaya buah naga lewat cara vegetatif lebih cepat membuahkan buah. Diluar itu, beberapa karakter tanaman induk dapat di pastikan alami penurunan pada anaknya. Di bawah ini beberapa langkah penyetekkan buah naga :
Penyetekkan dikerjakan pada batang atau cabang tanaman yang pernah berbuah, sekurang-kurangnya 3-4 kali. Hal semacam ini bermanfaat supaya hasil setek dapat berproduksi lebih cepat dan produktivitasnya telah ketahuan dari hasil buah terdahulu.
Tentukan batang yang berdiameter sekurang-kurangnya 8 cm, keras, tua, berwarna hijau kelabu dan sehat. Makin besar diameter batang bakal makin baik, lantaran batang itu bakal jadi batang paling utama tanaman. Pemotongan dikerjakan pada batang yang panjangnya sekitaran 80-120 cm. Janganlah dipotong semuanya, sisakan sekitaran 20%, sisi yang 80% bakal jadikan calon bibit.
Potong-potong batang calon bibit dengan panjang sekitaran 20-30 cm. Ujung sisi atas dipotong rata, sedang pangkal bawah yang bakal ditancapkan ke tanah dipotong meruncing. Fungsinya untuk merangsang perkembangan akar.
Potongan setek mesti mempunyai sekurang-kurangnya 4 mata tunas. Panjang setek dapat lebih pendek tetapi konsekwensinya bakal punya pengaruh pada kecepatan berbuah.
Biarlah batang setek yang sudah dipotong-potong itu sampai getahnya jadi kering. Jika segera ditanam getah yang masihlah basah dapat mengakibatkan busuk batang. Untuk hindari kemungkinan serangan jamur batang setek dapat dicelupkan pada larutan fungisida.
Sediakan bedengan atau polybag untuk menanam setek-setek itu. Untuk kombinasi tanah atau media tanamnya silakan saksikan langkah bikin media persemaian.
Siram bedengan atau polybag yang sudah berisi media tanam. Lalu tancapkan sisi yang runcing dari setek dalam media tanam sedalam 5 cm.
Berikanlah naungan atau sungkup membuat perlindungan setek itu. Kerjakan penyiraman sejumlah 2-3 hari sekali.
Sesudah 3 minggu, tunas awal mulai berkembang dan naungan atau sungkup mesti di buka supaya bibit memperoleh sinar matahari penuh.
Pemeliharaan bibit umumnya berjalan sampai 3 bln.. Pada usia ini tinggi bibit sekitar 50-80 cm.
Persiapan budidaya buah naga
Keperluan bibit untuk budidaya buah naga seluas satu hektar sekitaran 6000-1000 bibit. Jumlah bibit yang dibutuhkan bergantung pada cara tanam dan penyusunan jarak tanam. Kesempatan ini alamtani mengulas cara budidaya buah naga dengan tiang panjat tunggal. Dengan system ini diperlukan tiang panjat sejumlah 1600 batang dengan keperluan bibit tanaman sejumlah 6400 bibit per hektar.
a. Pembuatan tiang panjat
Dalam budidaya buah naga tiang panjat begitu dibutuhkan untuk menyokong tumbuhnya tanaman. Tiang panjat umumnya di buat permanen dari beton. Bentuk tiangnya bisap pilar sisi empat atau silinder dengan diameter sekitaran 10-15 cm.
Tinggi tiang panjat untuk budidaya buah naga umumnya 2-2, 5 mtr.. Tiang itu ditanam sedalam 50 cm supaya kuat berdiri. Di ujung sisi atas diberikan penopang berbentuk batang kayu atau besi membuat ‘+’. Lalu berikan besi berupa lingkaran atau dapat juga ban motor sisa. Hingga sisi ujung atasnya berupa seperti stir mobil.
Buat tiang panjat itu dengan cara berbaris, jarak tiang dalam satu baris 2, 5 mtr. sedang jarak antar baris 3 mtr.. Jarak ini dapat sekalian jadi jarak tanam. Diantara barisan buat saluran drainase sedalam 25 cm.
b. Pemrosesan tanah
Sesudah tiang panjat disediakan, buat lubang tanam dengan ukuran 60×60 cm dengan kedalaman 25 cm. Posisi tiang panjat persis terdapat ditengah-tengah lubang tanam itu.
Campur 10 kg pasir dengan tanah galian untuk memberi porositas tanah. Berikan pupuk kompos atau pupuk kandang yang sudah masak sejumlah 10-20 kg. Berikan juga dolomit atau kapur pertanian sejumlah 300 gr, lantaran buah naga membutuhkan banyak kalsium. Aduk beberapa bahan itu sampai rata.
Timbun kembali lubang tanam dengan kombinasi media diatas. Lalu siram dengan air sampai basah namun jangan pernah digenangi. Biarlah lubang tanam yang sudah ditimbun kembali tersinari matahari dan jadi kering.
Sesudah 2-3 hari, berikanlah pupuk TSP sejumlah 25 gr. Pemberian pupuk memutari tiang panjat dengan jarak sekitaran 10 cm dari tiang. Biarlah sepanjang lebih kurang 1 hari. Saat ini lubang tanam siap untuk ditanami.
Penanaman bibit buah naga
Untuk satu tiang panjat diperlukan 4 bibit tanaman buah naga. Bibit ditanam mengelilingi tiang panjat, jarak antar tiang panjat dengan bibit tanaman sekitaran 10 cm. Bibit dipindahkan dari bedeng penyemaian atau polybag. Gali tanah sedalam 10-15 cm, atau sesuai dengan ukuran bibit. Lalu bibit ditempatkan pada galian itu dan ditimbun dengan tanah sembari dipadatkan.
Sesudah ke-4 bibit ditanam, ikat batang bibit tanaman itu hingga melekat pada tiang panjat. Kerjakan pengikatan tiap-tiap tanaman tumbuh menjulur selama 20-30 cm. Pengikatan janganlah sangat kencang untuk berikan ruangan gerak perkembangan tanaman dan supaya tak melukai batang.
Pemupukan dan perawatan
a. Pemupukan
Pada saat awal perkembangan pupuk yang diperlukan mesti memiliki kandungan banyak unsur nitrogen (N). Pada fase berbunga atau berbuah pakai pupuk yang banyak terkandung fosfor (P) dan kalium (K). Penggunaan urea tak disarankan untuk memupuk buah naga, lantaran kerap menyebabkan busuk batang.
Pemupukan dengan pupuk kompos atau pupuk kandang dikerjakan tiap-tiap 3 bln. sekali dengan dosis 5-10 kg per lubang tanam. Ketika berbunga dan berbuah berikanlah pupuk penambahan NPK dan ZK semasing 50 dan 20 gr per lubang tanam. Pada th. selanjutnya memperbanyak dosis pemberian pupuk sesuai sama ukuran tanaman. Pupuk penambahan berbentuk pupuk organik cair, pupuk hayati atau hormon perangsang buah dapat diberikan untuk mengoptimalkan hasil.
b. Penyiraman
Penyiraman dapat dikerjakan dengan mengalirkan air pada parit-parit drainase. Diluar itu juga dapat memakai gembor atau irigasi tetes. System irigasi tetes lebih irit air dan tenaga kerja tetapi butuh investasi yang cukup besar.
Penyiraman dengan parit drainase dikerjakan dengan merendam parit sepanjang lebih kurang 2 jam. Apabila penyiraman dikerjakan dengan gembor, tiap-tiap lubang tanam disiram dengan air sejumlah 4-5 liter. Frekwensi penyiraman 3 kali satu hari di musim kering, atau sesuai sama keadaan tanah.
Penyiraman dapat dikurangi atau dihentikan saat tanaman mulai berbunga dan berbuah. Pengurangan atau penghentian penyiraman mempunyai tujuan untuk menghimpit perkembangan tunas baru hingga perkembangan buah dapat optimal. Penyiraman tetaplah dikerjakan jika tanah tampak kering dan tanaman layu lantaran kurang air.
c. Pemangkasan
Ada sekurang-kurangnya tiga type pemangkasan dalam budidaya buah naga, yaitu pemangkasan untuk membuat batang pokok, pemangkasan membuat cabang produksi dan pemangkasan peremajaan.
Pemangkasan untuk membuat batang pokok dikerjakan pada batang bibit tanaman. Tanaman yang baik mempunyai batang pokok yang panjang, besar dan kokoh. Untuk memperoleh itu tentukan tunas yang tumbuh dibagian teratas batang awal. Tunas yang tumbuh dibawahnya baiknya dipotong saja.
Pemangkasan untuk membuat cabang produksi dikerjakan pada tunas yang tumbuh pada batang pokok. Pastikan 3-4 tunas untuk ditumbuhkan. Nanti tunas ini bakal jadi batang produksi dan tumbuh menjuntai ke bawah. Tunas yang ditumbuhkan baiknya yang ada dibagian atas, sekitaran 30 cm dari ujung atas.
Pemangkasan peremajaan dikerjakan pada cabang produksi yang kurang produktif. Umumnya telah berbuah 3-4 kali. Hasil pangkasan peremajaan ini dapat jadikan sumber bibit tanaman.
Hal yang butuh di perhatikan dalam pemangkasan yaitu bentuk tanaman. Umumnya tanaman buah naga tumbuh tak teratur. Usahakan supaya tunas-tunas yang diambil dapat membuat tanaman dengan baik. Hingga percabangan tidaklah terlalu rimbun dan batang yang ada di bawah judul dapat terserang cahaya matahari dengan optimal.

Pemanenan
Tanaman buah naga berusia panjang. Siklus produktifnya dapat meraih 15-20 th.. Budidaya buah naga mulai berbuah untuk awal kali pada bln. ke 10 sampai 12 terhitung sesudah tanam. Tetapi jika ukuran bibit tanamannya lebih kecil, panen pertamanya dapat meraih 1, 5-2 th. terhitung sesudah tanam. Produktivitas pada panen awal umumnya tak segera maksimal.
Satu tanaman umumnya membuahkan 1 kg buah. Dalam satu tiang panjat ada 4 tanaman. Bermakna dengan jumlah tonggal 1600 dalam satu hektar bakal dibuat sekitaran 6-7 ton buah naga sekali musim panen. Usaha budidaya buah naga yang berhasil dapat membuahkan kian lebih 50 ton buah per hektar per th..
Tanda-tanda buah yang siap panen yaitu kulitnya telah mulai berwarna merah mengkilap. Jumbai buah berwarna kemerahan, warna hijaunya telah mulai menyusut. Mahkota buah mengecil dan pangkal buah menguncup atau berkeriput. Ukuran buah membulat dengan berat sekitaran 400-600 gr.

Demikian atas informasi yang dapat saya sampaikan, semoga dengan adanya informasi Cara Budidaya Buah Naga dan Panduan Teknisnya ini dapat menambah wawasan kalian dalam membudidayakan tanaman. Terimakasih dan semoga bermanfaat.

Popular Tips : cara merawat buah naga